Showing posts with label Spesies. Show all posts
Showing posts with label Spesies. Show all posts

Spesies-spesies yang dianggap mampu binasakan bumi

Tuesday, December 24, 2013 | 0 komentar

Membinasakan bumi, bukan berarti bumi ini musnah, tapi maksudnya adalah kehidupan bumi menjadi terganggu, yang pada akhirnya kemusnahan juga.

Dalam artikel ini tidak menggambarkan pemusnahan secara langsung seperti sebuah bom yang meledak lalu populasi semuanya mati. Disini digambarkan peran predator yang mencegah pertumbuhan populasi terlalu banyak, seperti yang dijelaskan di tempo.co. Berikut kutipannya;

1. Kanguru di Australia

Kanguru Australia selalu mengganggu penduduk dengan banyaka ulah, termasuk mengganggu lalu lintas dan masuk ke dalam rumah-rumah penduduk

2. Anjing di Cina

Kelas menengah baru di Cina kini hobi memelihara anjing. Seiring melambungnya populasi anjing, wabah rabies mengancam. Masa lalu yang kelam dalam soal hubungan antara Cina dan rabies membuat pemerintah Shanghai kini mengeluarkan kebijakan satu rumah satu anjing sejak 2011.

3. Rusa ekor putih di Amerika

Rusa lebih berbahaya daripada pemanasan global? Yang jelas, menurut sebuah studi oleh The Nature Conservancy, kelebihan populasi rusa menciptakan masalah lingkungan besar-besaran di Amerika Serikat bagian timur. Makan banyak tanaman, rusa ekor putih secara drastis mengubah tatanan hutan di wilayah itu.

4. Ubur-ubur di berbagai wilayah di dunia

Populasi ubur-ubur tumbuh begitu cepat. Ubur-ubur hampir tidak memiliki predator, makan apapun, dan benar-benar sulit untuk dibinasakan. Suatu hari nanti, ubur-ubur bakal menjadi "penguasa" lautan.

5. Badger (sejenis luwak) di Inggris

Ledakan populasi badger di Inggris menyebabkan penyebaran tuberkulosis sapi. Petani merasa frustrasi dan pemerintah kini mendorong pembunuhan binatang ini, hal yang ditentang aktivis hewan.

6. Kucing di Kanada

Kini ada sekitar 600 ribu kucing tunawisma di Kanada. Menurut Canadian Federation of Humane Societies, kucing cenderung tak diadopsi sebagai hewan piaraan. Di sisi lain, binatang ini jarang bisa menemukan rumahnya kembali setelah hilang.

7. Gajah di Afrika Selatan

Sementara perburuan gajah meningkat di banyak bagian Afrika dan dilarang karena mengancam kelestariannya, Afrika Selatan menghadapi masalah sebaliknya: ada terlalu banyak gajah. Populasinya semakin di luar kendali sehingga memaksa pemerintah melakukan pengkebirian untuk membendung pertumbuhan populasinya.

8. Berang-berang di Argentina

Untuk menumbuhkan perdagangan bulu, Argentina mengimpor berang-berang dari Kanada pada tahun 1946. Ide yang buruk. Sejak itu, hewan ini beranak pinak menjadi koloni hingga lebih dari 200 ribu ekor dan telah menyebar ke Cile. Binatang ini mampu mengerat dan menebang pohon tanpa henti.

9. Monyet di India
Di India, monyet mewakili Dewa Hindu, Hanuman, dan dilarang untuk disakiti atau dibunuh. Hewan ini kini banyak berkeliaran di jalan-jalan New Delhi. Warga memberi mereka makan dengan alasan agama, sementara binatang ini berkelakuan semaunya, termasuk membobol rumah dan menyerang orang.

10. Lionfish di Bahama

Para ilmuwan percaya lionfish menemukan cara mereka ke Karibia setelah Badai Andrew menghantam sebuah akuarium raksasa pada 1992. Ikan-ikan ini meneror laut sejak itu. Untuk menghentikan penyebaran lionfish, para ilmuwan bekerja untuk kembali memperkenalkan musuh alami mereka: kerapu .

11. Manusia

Dengan jumlah penduduk lebih dari 7,2 miliar, dunia sudah overpopulasi. Menurut PBB, jumlah penduduk bisa membengkak menjadi lebih dari 8 miliar pada 2025. Deforestasi, meningkatnya polusi, tergerogotinya sumber daya, ekosistem rusak, dan masalah pertumbuhan populasi tidak terbatas adalah problem utama. Beberapa orang berpendapat bahwa kelebihan penduduk adalah sebuah mitos. Jadi, mari kita lihat dan biarkan waktu yang akan memberitahu kita.

Fakta-fakta diatas menggambarkan sebuah populasi yang meledak akibat tidak adanya predator pembunuh. Setelah populasi yang berlebihan dengan bahan makanan semnakin berkurang, lambat laun populasi tersebut akan mati, berkurang kembali, semakin berkurang dan akhirnya musnah.
Lanjutkan Membaca

Galliniper, Nyamuk Terganas Florida, AS

Saturday, March 16, 2013 | 0 komentar

Galliniper adalah salahsatu serangga yang paling ganas, dan merupakan nyamuk terganas. Memiliki nama latin Psorophora ciliata. Rasa sakit akibat gigitannya seperti ditikam pisau, atau setidaknya seperti tertusuk paku. Galliniper sama menakutkannya seperti ular phython, hiu, atau binatang buas lainnya. Jika dalam jumlah banyak, mungkin nyamuk ini bisa lebih ditakuti dari sebuah badai.

Nyamuk ini berukuran sekitar 20 kali lebih besar daripada anyamuk pada umumnya. Pantas saja jika gigitannya bisa seperti ditikam pisau. Saat ini (11 Maret 2012), populasi Galliniper sedang melonjak di Florida.
Lihat gambar galliniper dibawah ini.

Telur Gallinipper sangat tangguh dan tidak mudah menetas. Telurnya bisa bertahan selama bertahun-tahun lalu menetas bersama dengan datangnya air bah. Galliniper kecil atau larva Galliniver sudah mampu memangsa makhluk kecil yang hidup di air, bisa jadi larva nyamuk pada umumnya jadi santapan galliniper.

Galliniper bukanlah nyamuk beracun, tapi memiliki gigitan yang mengerikan. Lebih mengerikan lagi karena ternyat tidak bisa diracun dengan obat nyamuk biasa. Mungkin hanya bisa "dibunuh" dengan lapisan perak, seperti kisah fiski vampir.

"Bahkan ada anggapan hanya lapisan perak yang dapat menangkal nyamuk itu. Ini menunjukkan betapa berbahayanya Gallinipper dibanding serangga-serangga lain," kata Phil Kaufman, entomolog dari University of Florida.


Galliniper dewasa tidak seperti nyamuk pada umumnya. Jika pada umumnya nyamuk hanya "berburu" pada pagi dan malam, Galliniper berburu setiap hari siang dan malam, mungkin bergiliran.
Lanjutkan Membaca

Burung Bersayap Empat, China

| 0 komentar

Para paleontolog asal Cina mengungkap adanya dinosaurus di jaman primitif yang memiliki empat sayap. Makhluk-makhluk itu diduga sebagai cikal bakal terbentuknya burung moderen. Temuan ini didapat setelah menganalisis 11 fosil hewan bersayap empat yang hidup 130 juta tahun yang lalu.

Hasil penelitian ini menjadi bukti kuat bahwa beberapa hewan primitif memiliki sayap. Lalu sayap mereka berevolusi, menghilang hingga tinggal sepasang. "Pembuangan sayap" ini dilakukan agar bisa bermanuver dengan baik.

 Menurut Xiaoting Zheng, spesies burung bersayap empat itu telah mengganti anggota belakang tubuhnya dengan menumbuhkan bulu dan mengembangkan kakinya hingga seperti burung

Akan tetapi, meskipun fosil tersebut terbukti memiliki empat sayap, tapi kegunaan sayap-sayap tersebut masih diperdebatkan.

Menurut Xu Xing, sayap-sayap kaku yang ditemukan pada sejumlah fosil dinosaurus yang hidup pada zaman Cretaceous berfungsi untuk mengangkat, membuat jalur, dan bermanuver, sehingga menciptakan peran penting saat melakukan penerbangan.

Sedangkan menurut Mark A Norell, temuan ini adalah sesuatu yang menarik dan baru. "Tapi, saya ingin melihat bentuk nyatanya, sebelum mencapai kesimpulan bahwa empat sayap itu berfungsi sebagai alat untuk terbang," kata Norell. Norell mengkaui bahwa daratan China sangat kaya akan fosil-fosil dinosaurus yang hidup di zaman Cretaceous, sehingga dapat membuka jendela baru dari awal evolusi burung.

"Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mengungkapkan berapa lama waktu terjadinya transisi dari empat sayap sampai menjadi dua sayap pada burung," tutup Norell
Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id
Lanjutkan Membaca

Binatang dengan kaki di kepala, kepala di kaki

Sunday, March 10, 2013 | 0 komentar

Hewan ini merupakan nenek moyang bagi serangga, laba-laba, dan hewan laut seperti lobster. Merupakan salahsatu fosil binatang tertua yang pernha ditemukan. Binatang ini diberi nama Fuxianhuiid. Fosil ini berumur sekiar 520 juta tahun

Hewan ini terlihat aneh, kakinya tepat berada dibawah mulutnya yang berfungsi untuk mengambil makanan. Sistem saraf yang membentang diatas kepala, merupakan contoh tertua dari sistem saraf jenisnya.

 

Tampilan kepala yang masih lengkap dari Fuxianhuiid sangat penting bagi ahli biologi, karena mereka sering menggunakan kepala sebagai pedoman tentang bagaimana evolusi antropoda. Melihat dari serangga moderen, sepertinya fuxianhuiid telah menghilang lebih dari 520 juta tahun yang lalu. Struktur yang dimilikinya telah berubah oleh seleksi alam t api tidak mengubah dirinya. Contohnya adalah laba-laba, antena fuxianhuiid manjadi taringnya dan kaki depan menjadi pelengkap khusus bagi laba-laba untuk mendapat makanan.

Fuxianhuiid hidup pada periode Kambrium, sekitar 540 hingga 485juta tahun yang lalu. Ketika kehidupan pertama yang sangat komplek dan sangat aneh.

Fuxianhuiids memberikan wawasan dari keanehan mereka bukan hanya pada spesies antropoda, tapi juga hewan lainnya.

sumber : http://newswatch.nationalgeographic.com/
Lanjutkan Membaca
 
Back to TOP
Artikel Terbaru Ridwantask :
Network : AdsenseCAMP | Eimimo
Copyright © 2012. RidwanTASK GO BLOG - All Rights Reserved
Template Modify by Mas Template
Proudly powered by Blogger